HERITAGE & CREATIVE INDUSTRY

4th MINANGKABAU TRAVEL MART 2018

West Sumatera 02 – 05 Oktober 2018

Perkembangan pariwisata saat ini menunjukkan grafik kenaikan yang cukup tinggi. Hal ini dapat terlihat dari tumbuhnya berbagai industri yang menunjang kepariwisataan, meningkatnya kesadaran masyarakat akan peluang pertumbuhan ekonomi baru, peran aktif pemerintah dalam mengembangkan berbagai infrastruktur yang menunjang pariwisata hingga trend berwisata bagi masyarakat dari berbagai level ekonomi. Bagi kebanyakan masyarakat saat ini berwisata menjadi bagian dari kebutuhan. Pada masa permulaan memiliki kelebihan revenue biasanya dibelanjakan dalam bentuk barang penunjang performance, namun pada saat ini trend seperti itu telah bergeser akan kebutuhan berwisata lebih penting dari pada membelanjakan uang ke berbagai bentuk barang.

Pada sisi lain saat ini pariwisata menduduki urutan kelompok teratas sebagai penyumbang pendapatan negara disamping minyak, gas dan tambang dan kelapa sawit. Pariwisata sebagai sumber ekonomi baru bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah dan cepat. Melihat kondisi ini pemerintah mulai dari pusat sampai daerah memberikan perhatian penuh dalam mengembangkan sektor kepariwisataan.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengungkapkan, terdapat lima unsur (Penthahelix) yang harus selalu bersama menjalankan peran dan fungsi dalam mengurus dan mengembangkan pariwisata yaitu : Akademisi, Industri/Bisnis, Pemerintah, Komunitas/Asosiasi dan Media. Akademisi (Perguruan Tinggi) berperan dalam menyiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia dibidang kepariwisataan yang sesuai dengan societal needs, industrial/bisnis needs, dan profesional needs. Bisnis (industry) berperan dalam menciptakan pasar, jasa serta lapangan kerja. Pemerintah (Goverment), membuat kebijakan dan regulasi terkait kepariwisataan, sebagai fasilitator, mewujudkan iklim yang kondusif, memelihara dan melestarikan aset nasional yang menjadi daya tarik wisata, mengembangkan dan melindungi ekonomi kreatif/UMKM penunjang pariwisata, serta mendorong investasi dibidang kepariwisataan.  Asosiasi/Komunitas (community) berperan dalam perencanaan, pengelolaan dan pengambilan keputusan serta evaluasi pembangunan pariwisata, menggali dan melestarikan kepariwisataan dengan mengembangkan budaya lokal dan lingkungan serta potensi lainnya. Dan terakhir Media berperan dalam menyediakan berbagai informasi tentang kepariwisataan, melaksanakan promosi pariwisata, pelaksana mekanisme check and balance antar aktor/stakeholder dalamaktivitas pariwisata.

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia Propinsi (ASPPI) Propinsi Sumatera Barat yang merupakan bagian dari unsur Penthahelix adalah wadah berhimpun para pelaku pariwisata dari berbagai latar belakang seperti dari unsur biro perjalanan wisata, pemandu wisata, tour leader, akademisi, transportasi, perhotelan, restorant, pelaku ekonomi kreatif, yang memiliki kesamaan visi yaitu untuk mengembangkan pariwisata, mengembangkan kemampuan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan sebagai modal guna menjalankan rutinitas dalam turut serta memperkokoh perekonomian bangsa melalui sektor kepariwisataan.

Menyadari keberadaan ASPPI sebagai salah satu unsur Penthahelix Pariwisata, dan sebagai salah satu wujud nyata peran strategis yang dilakukan ASPPI Sumatera Barat akan melaksanakan agenda tahunan yang diangkat dalam kegiatan 4th Minangkabau Travel Mart 2018. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahun ke empat setelah sebelumnya ASPPI sukses menyelenggarakan kegiatan sejenis/MTM dari tahun 2015, 2016 dan 2017.

Minangkabau Travel Mart merupakan kegiatan yang diangkat guna memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di Sumatera Barat, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pelaku pariwisata di Sumatera Barat agar dapat berkembang dalam membangunnetworking/jejaring dengan pelaku industri lainnya baik domestik maupun international yang hadir sebagai peserta pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Bussiness Meetting. Ditahun 2018 ini Minangkabau Travel Mart ke 4 diangkat dengan tema Heritage and Creative Industry.

  •  

HERITAGE AND CREATIVE INDUSTRY